Akhirnya dengan terpaksa Saya mengakhiri
perbincangan seru bak diskusi hutang Negara tadi. Tanpa ragu Saya pun
membeberkan alasan Saya pamit,
“Bro, sik ya aku belet bok*r iki”
“sambung tar lagi. Aku ta’konsentrasi dulu”
Yang membuat sang kawan menyahut,
“Eeeaaaaa... ternyata pancet ae” (ternyata masih sama saja)
“Capoeira sik bro” (Capoeira dulu bro)
Ketika teman Saya mengetikkan kata
tersebut, Capoeira, serta merta ingatan Saya melayang ke beberapa tahun silam...