Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Monday, April 7, 2014

Refresh Pelajaran Kimia


2014-03-25

Yayy.. Alhamdulillah, rumus struktur mulai sdikit paham.

Aaaaarrgghhhh....kepalaku sakit setelah sedikit membangkitkan zombie dari alam kubur ingatan pelajaran kimia sma

Aaaaarrgghhhh....kepalaku sakit mencoba mengingat rumus struktur
>.<

Busettt... baru sadar, anak sma tu hafalannya ternyata amit2 ya...

#[sigh] bersimpati

Thursday, March 20, 2014

Insomnia yang Semakin Parah

Udah nyaris 2 minggu ini insomnia kembali datang menyerang. Dan kali ini semakin parah saja. Baru bisa beranjak tidur antara pukul 10-11 malam untuk kemudian terbangun sekitar jam 1 tengah malam dan mata tak bisa lagi terpejam hingga pagi menjelang.

Hal ini terus berulang setiap malam yang berakibat sakit kepala hingga berdenyut-denyut menyiksa dan berdentum-dentum tiap kali sedikit bergerak.

Laundry tanpa Cucian

Jika jaman kuliah dulu sempat ada kejadian nasi goreng gak pake nasi, tepat kemarin siang terjadi lagi hal yang serupa tapi tak sama.

Siang-siang pulang ke kosan, niat mampir ke tempat laundry untuk ambil cucian yang udah 3 hari ngendon disana.

Nasi Goreng Tanpa Nasi

Gara-gara baca postingan mbak Rika soal Tuna Pasta, jadi inget kejadian bertahun-tahun yang lalu saat diriku masih cupu.

Jaman pengerjaan TA yang sungguh durjana sebagai syarat wisuda, mau tak mau memaksaku menjalani hidup serba tak menentu. Sarapan yang kesiangan, makan siang kesorean atau kemalaman, serta makan malam yang terlalu larut menjadi hal yang lumrah dijalani tiap hari.

Tak terkecuali pada hari naas itu yang pada akhirnya membongkar ke-korsletan otakku.

Wednesday, March 19, 2014

Antara Bengkel, Kunci, dan Terkunci

Berhubung udah batuk-batuk n suara kedengeran serak-serak kayak diseret ditambah tarikan yang udah kerasa gak enak, 2 hari yang lalu, tepatnya hari senin, gw putusin bawa si OnD (baca : ondi) ke bengkel deket kosan.

Gak deket-deket amat sih, kira-kira berjarak 20 rumah ukuran sedang lah.

Sore-sore sekitar jam 6 kurang, sepulang kerja gw naekin juga dah tu OnD bawa ke bengkel. Setelah ngobrol singkat n berbasa-basi busuk sebentar, ternyata perlu waktu lumayan lama untuk service.

Saturday, March 15, 2014

Belgian Chocolate

Pas banget lagi galau golok, gundah gulana, dan batin merana, Belgian chocolate oleh-oleh dari teman sepulang dari Jerman, datang.

Hasrat, Cita-Cita, Impian, dan Harapan

Adalah suatu kemewahan yang tak pernah kumiliki.

Entah sejak kapan aku mulai berhenti bermimpi dan menjadi seorang pecundang sejati.

Tak pernah mengerti apa yang sebenarnya ingin kuraih.

BIAYA : Cara Mudah vs Cara "Susah"

Hampir segala hal memerlukan biaya.

Tempat tinggal, makanan + air, transportasi, perangkat teknologi, sekolah (bukan pendidikan), bersenang-senang atau nongkrong dengan teman, dan lain sebagainya yang acapkali disebut sebagai biaya hidup.

Namun biaya hidup mendasar tak urung membengkak tatkala menuruti dominasi budaya hedonisme untuk meningkatkan ego diri agar tak dianggap basi atau ketinggalan jaman.

Monday, February 3, 2014

Akibat gorengan

Aaarrgghhh... kram perut gara-gara gorengan.


Gak biasa makan banyak, gak biasa sarapan, malah nekat beli sarapan yang aduhai benar-benar berminyak lauk-pauknya + 3 tahu isi (yang menurut pengamatanku terlihat jumbo) + tiwul ukuran kecil.

Monday, September 30, 2013

Ditinggal pergi

Jadi gini to yang namanya hati berdarah-darah dan sedih ngeliat kepergian orang.

Ada perasaan gak enak antara perut dan dada (diafragma ya itu namanya), sesak di dada dan rasanya pengen nangis tapi gak bisa.

Hmmm.... baru kali ini ngerasain hal kayak gitu.

Perasaan yang cukup asing buatku.

Thursday, September 19, 2013

Beling Super

Hari ini, Kamis 19 September 2013
Jari manis kaki ketusuk pecahan kaca dikosan

pecahannya sih kecil..
tapi cukup nylekit
dan darah yang mengalir bikin ngeri...

Tuesday, September 18, 2012

Sang Ide

Ketika ide melompat-lompat keluar ditengah malam,
energi meluap-luap mengalir deras,
mataku menolak utk terpejam.

hingga nanti ku terlelap saat cahaya terik
datang menyengat

Tuesday, August 28, 2012

Two Sided

Close to me n i'll destroy your feeling and our relationship

Don't know why, but i always do.

Like two sided of a coin, 2 polars of magnetism which against each other.

Saturday, November 28, 2009

Idul Adha Bagiku.....


-->
-->

Malam takbir… idul adha.

Suara anak-anak yang mengikuti takbir keliling terdengar begitu antusias, penuh semangat dan energi. Seakan memancarkan kegembiraan menyambut hari raya besar.

Tapi entah kenapa, kegembiraan itu tidak menular padaku (seperti tahun-tahun sebelumnya). Terutama setelah aku mendapati kenyataan yang bisa dibilang….mengecewakan. Selama dua tahun ini, tepat pada malam takbir idul adha di tahun yang berbeda, aku selalu mengalami kekecewaan. Seolah kebaikan hari raya kurban tidak berimbas padaku. Entah karena dosa-dosaku atau memang aku tidak cocok dengan hari raya.

Jika malam takbir idul adha tahun lalu aku harus menelan pil pahit berupa kenyataan dicampakkan lelaki-yang-sebenarnya-tidak-pantas-bersamaku, kekasihku saat itu. Maka kenyataan tahun ini tidak lebih baik.

Hampir 2 minggu belakangan ini, aku tidak pernah online. Selain disibukkan oleh pekerjaan yang kejar deadline, aku juga sibuk mengikuti tes di calon-tempat-pekerjaan-baru, disamping juga meng-handle bisnis sampingan yang mulai merangkak.

Malam ini, iseng-iseng aku online setelah selama 2 minggu ’puasa’ internet. Cek email, facebook, dan 1 situs langganan. Banyak email masuk, terutama dari facebook dan milis, tapi berita utamanya hanya seputar pernikahan 2 teman kuliah yang harinya berjarak hanya 1 minggu. 

Di facebook...ada beberapa friend request, tapi karena merasa tidak kenal, jadi kuabaikan saja. Lihat profil, hmm...ada beberapa orang yang menulis di wall-ku, salah satunya berupa do’a semoga lolos seleksi rekrutmen pekerjaan yang kuikuti. Well, karena teman lama, aku pun segera memberi komentar dibawah post-nya, hanya ucapan terimakasih standar. 

Merasa bosan, aku segera sign out dan melanjutkan pengecekan email atau lebih tepatnya menghapus email yang memenuhi inbox satu persatu sambil menunggu proses download yang belum selesai.

Tiba-tiba hp bergetar ketika aku membuka sebuah situs e-commerce. Ternyata temanku yang mengabarkan bahwa pengumuman tes kesehatan (dari seleksi rekrutmen yang kuikuti sebelumnya) sudah keluar. 

Tidak bisa kupungkiri bahwa aku sangat berharap bisa lolos, karena aku sudah melangkah begitu jauh dalam seleksi ini. Dari 6 tahap yang ada (mulai dari seleksi administrasi), aku sudah sampai tahap ke 5, yakni tes kesehatan. Kurang 1 tahap terakhir.

Kutinggalkan situs e-commerce tadi dan tanpa buang waktu aku men-download pengumuman hasil tes. Dalam penantian downloading, alam bawah sadarku merasa ragu, tidak yakin bisa lolos. Entah kenapa perasaanku mengatakan bahwa hasilnya tidak bagus. Dan itu terbukti ketika aku membuka file pengumuman yang telah ku-download. 

Kucari nomor tesku, not found. Kucari berdasarkan abjad nama depanku, tidak ada. Ya sudah, berarti memang tidak lolos.

Perasaanku saat itu....aku tidak bisa menggambarkan dengan tepat. Kecewa, itu pasti. Tapi jauh didasar hatiku, aku tidak terkejut. Entah bagaimana, sepertinya sejak awal, sejak mengikuti tes kesehatan ini, alam bawah sadarku sudah tahu akan begini hasilnya. 

Entah karena riwayat keluargaku yang memiliki penyakit turunan, kegagalan di tes keseimbangan, atau bisa jadi hasil uji sampel darahku yang tidak memenuhi syarat yang menyebabkan kegagalanku. Yang pasti, aku tidak terlalu terkejut. 

Hanya saja, timing-nya kenapa harus selalu malam takbir idul adha aku mendapati kekecewaan yang sangat membekas.

Sayup-sayup suara takbir keliling masih terdengar dari kejauhan. Aku terdiam, namun tetap kegembiraan mereka tidak menular padaku. Aku tercenung sesaat, bertanya-tanya apakah ini semua karena aku tidak terlalu terlibat secara emosional dalam suasana hari raya.......

Kubuka lagi situs e-commerce tadi, dan ternyata ada satu pesan pribadi untukku. Seorang visitor yang tertarik dengan produk yang kujual, menanyakan tentang katalog lengkap. Segera kukirimkan file yang ada ke email-nya dan segera kuhubungi yang bersangkutan. A

ku yang tidak lagi bersemangat, segera mematikan laptop. Kuambil air wudhu, sholat isya’ yang tertunda. Bersiap sholat, hp-ku bergetar. Ternyata visitor yang tadi. Ia bertanya ini-itu tentang produk dan menunjukkan minatnya. Setelah beberapa kali saling berkirim sms, aku pun sholat.

Ya, aku tahu.
Aku tidak terlalu religius. Beribadah sering tertunda, jika waktu yang diberikan cukup panjang. Bulan suci Ramadhan, hari raya idul fitri, hari raya idul adha, atau pada perayaan-perayaan yang lainnya, aku tidak pernah merasakan antusiasme yang sama.

Bahkan aku merasa tidak ada kebaikan yang mendekat padaku. Aku merasa tidak jauh berbeda dari hari biasa. Malah, aku mendapatkan hal yang tidak menyenangkan di malam takbir idul adha dua tahun belakangan.

Bagi kalian yang sangat reiligius, atau bahkan yang fanatik, begitu membaca tulisanku ini, mungkin kalian akan emosi, merasa tersinggung, dan menganggap aku orang penuh dosa yang bahkan tidak bisa merasakan indahnya hari yang kalian sebut hari kemenangan. 

Yang jelas, aku hanya menuangkan secara jujur apa yang kurasakan. Terlepas dari apapun perasaan kalian.

Tapi....
Mengesampingkan kekecewaan yang kuterima, memang aku mendapat kompensasi berupa calon customer baru (meskipun masih belum pasti juga). Mungkin bukan jalanku untuk menjadi pegawai di perusahaan itu, mungkin juga kekasihku yang dulu bukan jodohku (bahkan sesungguhnya jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku bersyukur bisa lepas darinya tanpa aku yang harus meninggalkannya =D ).

Entah apa yang direncanakan Allah untukku, apakah menjadi karyawan di perusahaan lain, menjadi pegawai pemerintah, atau pengusaha mandiri yang sukses... Tapi yang jelas, apapun rencana-Nya, mungkin itu yang terbaik untukku. Namun masih, aku tetap tidak merasakan kegembiraan maupun antusiasme hari raya.

Surabaya, 26 november 2009