Thursday, March 20, 2014

Laundry tanpa Cucian

Jika jaman kuliah dulu sempat ada kejadian nasi goreng gak pake nasi, tepat kemarin siang terjadi lagi hal yang serupa tapi tak sama.

Siang-siang pulang ke kosan, niat mampir ke tempat laundry untuk ambil cucian yang udah 3 hari ngendon disana.

Nasi Goreng Tanpa Nasi

Gara-gara baca postingan mbak Rika soal Tuna Pasta, jadi inget kejadian bertahun-tahun yang lalu saat diriku masih cupu.

Jaman pengerjaan TA yang sungguh durjana sebagai syarat wisuda, mau tak mau memaksaku menjalani hidup serba tak menentu. Sarapan yang kesiangan, makan siang kesorean atau kemalaman, serta makan malam yang terlalu larut menjadi hal yang lumrah dijalani tiap hari.

Tak terkecuali pada hari naas itu yang pada akhirnya membongkar ke-korsletan otakku.

Wednesday, March 19, 2014

Antara Bengkel, Kunci, dan Terkunci

Berhubung udah batuk-batuk n suara kedengeran serak-serak kayak diseret ditambah tarikan yang udah kerasa gak enak, 2 hari yang lalu, tepatnya hari senin, gw putusin bawa si OnD (baca : ondi) ke bengkel deket kosan.

Gak deket-deket amat sih, kira-kira berjarak 20 rumah ukuran sedang lah.

Sore-sore sekitar jam 6 kurang, sepulang kerja gw naekin juga dah tu OnD bawa ke bengkel. Setelah ngobrol singkat n berbasa-basi busuk sebentar, ternyata perlu waktu lumayan lama untuk service.

Saturday, March 15, 2014

Belgian Chocolate

Pas banget lagi galau golok, gundah gulana, dan batin merana, Belgian chocolate oleh-oleh dari teman sepulang dari Jerman, datang.

Hasrat, Cita-Cita, Impian, dan Harapan

Adalah suatu kemewahan yang tak pernah kumiliki.

Entah sejak kapan aku mulai berhenti bermimpi dan menjadi seorang pecundang sejati.

Tak pernah mengerti apa yang sebenarnya ingin kuraih.

BIAYA : Cara Mudah vs Cara "Susah"

Hampir segala hal memerlukan biaya.

Tempat tinggal, makanan + air, transportasi, perangkat teknologi, sekolah (bukan pendidikan), bersenang-senang atau nongkrong dengan teman, dan lain sebagainya yang acapkali disebut sebagai biaya hidup.

Namun biaya hidup mendasar tak urung membengkak tatkala menuruti dominasi budaya hedonisme untuk meningkatkan ego diri agar tak dianggap basi atau ketinggalan jaman.

Sunday, March 9, 2014

Keseleo Lidah

Alkisah minggu lalu, tepatnya tanggal dua, terdapat seorang pengembara yang pernah keseleo lidah berkunjung ke rumah. Ia hanya sekedar berteduh dan beristirahat sejenak.

Disela-sela rehat, kami saling bertukar cerita tentang apa saja. Budaya, bahasa, tempat wisata, dan lain sebagainya.

Tiba-tiba ia berkata,

"Tadi aku sempat salah bicara ketika mencoba berlatih berbahasa dengan orang-orang di bandara"

"Aku mencoba mengucapkan sesuatu, namun tanpa sengaja lisanku mengatakan sesuatu yang jorok/kasar, yang aku sendiri tidak mengerti apa maknanya".

"Oh ya? ngomong apa?", tanyaku demi memuaskan rasa penasaran akan keseleo lidah yang dialaminya.